Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

CONTOH LAPORAN STUDI PUSTAKA BAGIAN PEMBAHASAN

 

CONTOH LAPORAN STUDI PUSATKA


BAB I

PEMBAHASAN

3.1  Persebaran Flora di Indonesia

Persebaran flora di Indonesia di bagi berdasarkan wilayahnya yaitu, bagian barat (Asiatis), bagian tengah (Peralihan) dan bagian timur (Australis).

Keadaan flora di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi dua subregion Indonesia – Malaysia di wilayah Indonesia barat dan subregion Australia di wilayah Indonesia timur . secara garis besar,flora Indonesia terdiri atas empat Kawasan flora yaitu, flora Sumatra, Kalimantan, flora Jawa-Bali, flora kepulauan Wallace dan flora papua.

a.       Flora Sumatra – Kalimantan

Sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan merupakan wilayah iklim hutan hujan tropis atau tipe AF berdasarkan iklim kloppen. Iklim di wilayah ini dicirikan dengan adanya tingkat kelembapan udara dan curah hujan yang selalu tinggi sepanjang tahun. Oleh karna itu, tipe vegetasi yang mendominasi wilayah ini ialah hutan hujan tropis, yaitu tipe hutan lebat dengan jenis tumbuhan yang sangat heterogen.

Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra dan Kalimantan adalah tumbuhan meranti (Dipterocarpus). Berbagai jenis epifit seperti anggrek., berbagai jenis lumut, cendawan (jamur), dan paku pakuan, serta tumbuhan endemik yang sangat langka, seperti Rafflesia Arnoldi yang penyebarannya hanya di sepanjang pegunungan bukit barisan dari mulai aceh sampai lampung.

b.      Flora Jawa – Bali

Kawasan hutan hujan tropis di wilayah ini sebagian besar terdapat di jawa barat seperti, di Gede Pangrango Cibodas dan Penanjung. Adapun wilayah utara pulau jawa  yang memanjang mulai dari jawa barat bagian utara jawa tengah sampai jawa timur merupakan kawasan hutan musim tropis yang meranggas atau menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Jenis flora khas hutan musim tropis yaitu pohon jati.

Jenis vegetasi yang mendominasi wilayah jawa bagian timur dan pulau bali adalah vegetasi sabana tropis, wilayah jawa bagian timur dan pulau bali adalah vegetasi sabana tropis . wilayah pegunungan yang cukup tinggi di pulau Jawa maupun di pulau Bali banyak ditutupi oleh vegetasi hutan pegunungan tinggi.

c.       Flora Kepulauan Wallace

Wilayah kepulauan Wallace adalah pulau pulau di wilayah Indonesia bagian tengah yang terdiri atas pulau Sulawesi , kepulauan nusa tenggara, pulau timor dan kepulauan maluku. Wilayah-wilayah ini memiliki sifat iklim yang lebih kering dan kelembapan udara yang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah Indonesia lainnya, Corak vegetasi yang terdapat di kepulauan Wallace meliputi :

1)      Vegetasi sabana tropis di wilayah nusa tenggara

2)      Vegetasi hutan pegunungan di wilayah pegunungan yang terletak di pulau Sulawesi

3)      Vegetasi hutan campuran di wilayah maluku yang terdiri atas berbagai jenis rempah-rempah (pala, cengkih, kayu manis) kenari kayu eboni dan lontar sebagai tanaman khas di daerah ini.

d.      Flora Papua

Kondisi iklim papua sebagian besar merupakan tipe hutan hujan tropis sehingga jenis vegetasi yang menutupi kawasan tersebut adalah hutan hujan tropis. Berbeda dengan wilayah Indonesia bagian barat, vegetasi di wilayah ini memiliki corak hutan hujan tropis tipe Australia utara.  Dengan jenis flora yang khas yaitu ekaliptus. Wilayah pegunungan jaya Wijaya ditumbuhi jenis vegetasi pegunungan tinggi sedangkan di daerah pantai banyak dijumpai vegetasi hutan bakau (mangrove).

Berdasarkan persebarannya flora di Indonesia dari daerah pantai ke pegunungan tinggi sebagai berikut:

a)            Hutan bakau (mangrove) terletak di daerah pantai landai dan berlumpur yang berada dalam jangkauan pasang surut air laut.

b)            Hutan rawa, terletak lebih jauh ke daratan daripada hutan bakau, hutan ini banyak terdapat di wilayah Sumatra bagian timur, Kalimantan Barat,Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah , dan Jawa bagian utara.

c)            Hutan musim,terdapat di daerah yang panas serta memiliki perbedaan musim hujan dan kemarau yang jelas .jenis pohonnya seperti jati,kapuk,dan angsana.hutan ini terdapat di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara .

d)           Hutan hujan tropis,jenis hutan ini terdiri atas pohon-pohon tinggi yang sangat rapat membentuk kanopi lebar yang selalu hijau sepanjang tahun. Dan terdiri atas berbagai jenis vegetasi yang sangat heterogen . di dalamnya tumbuh jenis tanaman epifit. Seperti anggrek dan cendawan serta tumbuhan merambat.seperti rotan dan liana. Jenis hutan hujan tropis di Indonesia terdapat di pulau Sumatra,kaimantan,Sulawesi, sebagian jawa barat dan papua.

e)            Sabana (savana),yaitu padang rumput yang di selingi pepohonan yang begerombol.sabana terdapat di daerah yang curah hujannya rendah seperti,nusa tenggara sehingga daerah ini sangat sesuai untuk dijadikan daerah peternakan.

f)             Stepa atau padang rumput , banyak terdapat di daerah yang mengalami musim kemarau yang Panjang dan curah hujan rendah (kusumawati , 2013:25).

 

3.2  Persebaran Fauna di Indonesia

Pola persebaran fauna Indonesia tidak jauh berbeda dengan pola persebaran tumbuhan , yaitu terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: bagian barat , tengah ,dan timur.

a.)    Fauna Indonesia barat (fauna asiatis)

Fauna Indonesia barat ini juga disebut fauna tipe asiatis.karna tipe fauna di sini mempunyai kesamaan dengan fauna Asia. Daerah persebaran fauna Indonesia bagian barat ini sama dengan daerah persebaran flora Indonesia barat,wilayahnya meliputi: pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Batas persebaran fauna asiatis bagian timur juga sama dengan batas flora asiatis yaitu, garis Wallacea.

Fauna Indonesia barat atau asiatis ini memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan dengan fauna tipe lainnya sebagai berikut ;

1.)    Adanya binatang menyusui berbadan besar seperti, gajah, kerbau, sapi dan lain-lain.

2.)    Banyak dijumpai berbagai jenis kera.

3.)    Banyak terdapat ikan air tawar.

4.)    Jenis-jenis burung tidak banyak macamnya.

5.)    Banyak tipe ikan berbentuk lebar dan warnanya sesuai dengan warna airnya.

Adapun Fauna di daerah Indonesia bagian barat sebagai berikut:

1.)    Mawas (orang utan) terdapat di Kalimantan dan Sumatra

2.)    Kijang terdapat di pulau jawa,Sumatra,Kalimantan,bali,dan Lombok

3.)    Gajah di pulau Sumatra

4.)    Banteng di pulau jawa dan Kalimantan

5.)    Siamang (kera berwarna hitam dan berekor) hidup di daerah pulau Sumatra dan Kalimantan.

6.)    Trenggiling terdapat di pulau Kalimantan dan Sumatra.

b.)    Fauna Indonesia tengah (fauna peralihan)

Fauna bagian tengah juga disebut tipe fauna peralihan atau Australis – Asiatis, daerah persebarannya di antara garis wallacea dan garis webber. Pulau dan kepulauan yang termasuk daerah penyebaran fauna Indonesia tengah ini sama dengan persebaran flora Indonesia tengah .

Jenis fauna atau hewan pada daerah tengah ini ada yang bersifat endemis (hanya dijumpai pada bagian tengah ini saja) dan ada juga yang berasal dari daerah lain . beberapa contoh fauna atau hewan Indonesia tengah yaitu, babi,rusa,anoa pantai,Komodo,kus kus, dan sebagainya.

Fauna di daerah Indonesia bagian tengah sebagai berikut:

1.)    Burung maleo,burung yang sangat langka, hanya terdapat di kepulauan sangihe dan Sulawesi

2.)    Anoa (seperti lembu) hidup liar di pulau Sulawesi

3.)    Biawak dan Komodo terdapat di pulau Komodo dan NTT .

4.)    Babi rusa dengan ciri mempunyai taring Panjang dan melengkung, terdapat di maluku bagian barat dan pulau Sulawesi.

c.)    Fauna Indonesia timur (fauna australis)

Fauna Indonesia timur juga disebut fauna tipe australis.sebab banyak mempunyai kesamaan fauna di Australia,daerah penyebaran Indonesia timur ini sama dengan daerah penyebaran flora Indonesia timur . daerah penyebarannya mulai dari batas garis webber kearah timur sampai batas pulau papua . ciri-ciri fauna tipe Indonesia timur sebagai berikut:

1.)    Banyak binatang menyusui berukuran kecil

2.)    Banyak jenis burung warna-warni

3.)    Tipe kera sedikit

4.)    Jenis ikan air tawar terbatas atau sedikit

5.)    Banyak dijumpai binatang berkantung

6.)    Tipe ikan laut kebanyakan berberbentuk bulat Panjang

Fauna di daerah Indonesia bagian timur sebagai berikut:

1.)    Burung kasuari terdapat di pulau seram,pulau papua,dan kepulauan aru.

2.)    Kus kus terdapat di pulau papua.

3.)    Tikus dan musang berkantung terdapat di pulau papua dan maluku bagian timur ( kusumawati, 2013:26 )

3.3 Upaya untuk mencegah kepunahan Flora dan Fauna

Beberapa jenis flora dan fauna kini semakin sulit ditemui ,kerena banyak diburu untuk tujuan tertentu (dimakan,untuk obat,dan perhiasan) maupun tempat hidupnya dirusak manusia misalnya untuk dijadikan lahan pertanian, perumahan, industri, dan sebagainya . Flora dan fauna yang jumlahnya sangat terbatas tersebut dinyatakan sebagai flora dan fauna langka. Untuk mencegah semakin punahnya flora dan fauna ini , maka dilakukan upaya upaya sebagai berikut:

1)      Perkembangbiakannya tidak terganggu . tempat-tempat perlindungan ini berupa cagar alam bagi flora, dan suaka marga satwa bagi fauna.

2)      Membangun beberapa pusat rehabilitasi dan tempat-tempat penangkaran bagi hewan-hewan tertentu seperti:

a.)       Pusat rehabilitasi orang utan di bohorok dan tanjung puting di Sumatra.

b.)       Pusat rehabilitasi wanariset samboja di kutai,Kalimantan timur.

c.)       Pusat rehabilitasi babi rusa dan anoa di Sulawesi.

3)      Pembangunan yang berwawasan lingkungan berarti,pembangunan harus memperhatikan keseimbangan yang sehat antara manusia dengan lingkungannya.

4)      Menetapkan beberapa jenis binatang yang perlu dilindungi seperti: soa soa,Komodo,landak,semut irian,kanguru pohon, bekantan, orang utan (mawas), kelinciliar, bajing, siamang, macan, kumbang, beruang madu,dan badak.

5)      Melakukan usaha pelestarian hutan antara lain:

a.)                Mencegah pencurian kayu dan penebangan hutan secara liar.

b.)                Melakukan perbaikan kondisi lingkungan hutan

c.)                Menanam kembali tumbuhan ditempat yang pohonnya ditebang.

d.)               Menerapkan system tebang pilih.

6)      Melakukan usaha pelestarian hewan antara lain:

a.)                Melindungi hewan dari perburuan dan pembunuhan liar.

b.)                Mengembalikan hewan piaraan ke Kawasan habitatnya.

c.)                Mengawasi pengeluaran hewan ke luar negri.

7)      Melakukan usaha pelestarian biota perairan antara lain:

a.)                Mencegah perusakan wilayah perairan.

b.)                Melarang cara-cara penangkapan yang dapat mematikan ikan dan biota lainnya,misalnya dengan bahan peledak.

c.)                Melindungi anak ikan dari gangguan dan penangkapan.

Sejak tahun 1980 beberapa Kawasan cagar alam atau suaka marga satwa telah diubah statusnya menjadi taman nasional. Sejauh ini terdapat 320 tempat untuk taman nasional dan hutan lindung antara lain, di Sumatra, irian jaya, jawa, Kalimantan, dan Sulawesi . taman nasional dan hutan lindung mempunyai fungsi sebagai berikut:

1.)    Perlindungan system penyagga kehidupan.

2.)    Pengawetan jenis tumbuhan dan hewan.

3.)    Pelestarian pemanfaatan sumber daya hayati dan tata lingkungan , (Indrayanti, 2013,flora dan fauna, diakses pada hari jumat, 31 maret 2017 pukul 12.32 di www.geografikoe . com).

DOWNLOAD JUGA LINK TERKAIT:

KARYA TULIS (LAPORAN STUDI PUSTAKA)

BAB I PEMBAHASAN  3.1  Persebaran Flora di Indonesia Persebaran flora di Indonesia di bagi berdasarkan wilayahnya yaitu, bagian barat (Asiatis), bagian tengah (Peralihan) dan bagian timur (Australis).  Keadaan flora di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi dua subregion Indonesia – Malaysia di wilayah Indonesia barat dan subregion Australia di wilayah Indonesia timur . secara garis besar,flora Indonesia terdiri atas empat Kawasan flora yaitu, flora Sumatra, Kalimantan, flora Jawa-Bali, flora kepulauan Wallace dan flora papua.  a.       Flora Sumatra – Kalimantan  Sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan merupakan wilayah iklim hutan hujan tropis atau tipe AF berdasarkan iklim kloppen. Iklim di wilayah ini dicirikan dengan adanya tingkat kelembapan udara dan curah hujan yang selalu tinggi sepanjang tahun. Oleh karna itu, tipe vegetasi yang mendominasi wilayah ini ialah hutan hujan tropis, yaitu tipe hutan lebat dengan jenis tumbuhan yang sangat heterogen.  Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra dan Kalimantan adalah tumbuhan meranti (Dipterocarpus). Berbagai jenis epifit seperti anggrek., berbagai jenis lumut, cendawan (jamur), dan paku pakuan, serta tumbuhan endemik yang sangat langka, seperti Rafflesia Arnoldi yang penyebarannya hanya di sepanjang pegunungan bukit barisan dari mulai aceh sampai lampung.  b.      Flora Jawa – Bali  Kawasan hutan hujan tropis di wilayah ini sebagian besar terdapat di jawa barat seperti, di Gede Pangrango Cibodas dan Penanjung. Adapun wilayah utara pulau jawa  yang memanjang mulai dari jawa barat bagian utara jawa tengah sampai jawa timur merupakan kawasan hutan musim tropis yang meranggas atau menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Jenis flora khas hutan musim tropis yaitu pohon jati.  Jenis vegetasi yang mendominasi wilayah jawa bagian timur dan pulau bali adalah vegetasi sabana tropis, wilayah jawa bagian timur dan pulau bali adalah vegetasi sabana tropis . wilayah pegunungan yang cukup tinggi di pulau Jawa maupun di pulau Bali banyak ditutupi oleh vegetasi hutan pegunungan tinggi.  c.       Flora Kepulauan Wallace  Wilayah kepulauan Wallace adalah pulau pulau di wilayah Indonesia bagian tengah yang terdiri atas pulau Sulawesi , kepulauan nusa tenggara, pulau timor dan kepulauan maluku. Wilayah-wilayah ini memiliki sifat iklim yang lebih kering dan kelembapan udara yang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah Indonesia lainnya, Corak vegetasi yang terdapat di kepulauan Wallace meliputi :  1)      Vegetasi sabana tropis di wilayah nusa tenggara  2)      Vegetasi hutan pegunungan di wilayah pegunungan yang terletak di pulau Sulawesi  3)      Vegetasi hutan campuran di wilayah maluku yang terdiri atas berbagai jenis rempah-rempah (pala, cengkih, kayu manis) kenari kayu eboni dan lontar sebagai tanaman khas di daerah ini.  d.      Flora Papua  Kondisi iklim papua sebagian besar merupakan tipe hutan hujan tropis sehingga jenis vegetasi yang menutupi kawasan tersebut adalah hutan hujan tropis. Berbeda dengan wilayah Indonesia bagian barat, vegetasi di wilayah ini memiliki corak hutan hujan tropis tipe Australia utara.  Dengan jenis flora yang khas yaitu ekaliptus. Wilayah pegunungan jaya Wijaya ditumbuhi jenis vegetasi pegunungan tinggi sedangkan di daerah pantai banyak dijumpai vegetasi hutan bakau (mangrove).  Berdasarkan persebarannya flora di Indonesia dari daerah pantai ke pegunungan tinggi sebagai berikut:  a)            Hutan bakau (mangrove) terletak di daerah pantai landai dan berlumpur yang berada dalam jangkauan pasang surut air laut.  b)            Hutan rawa, terletak lebih jauh ke daratan daripada hutan bakau, hutan ini banyak terdapat di wilayah Sumatra bagian timur, Kalimantan Barat,Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah , dan Jawa bagian utara.  c)            Hutan musim,terdapat di daerah yang panas serta memiliki perbedaan musim hujan dan kemarau yang jelas .jenis pohonnya seperti jati,kapuk,dan angsana.hutan ini terdapat di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara .  d)           Hutan hujan tropis,jenis hutan ini terdiri atas pohon-pohon tinggi yang sangat rapat membentuk kanopi lebar yang selalu hijau sepanjang tahun. Dan terdiri atas berbagai jenis vegetasi yang sangat heterogen . di dalamnya tumbuh jenis tanaman epifit. Seperti anggrek dan cendawan serta tumbuhan merambat.seperti rotan dan liana. Jenis hutan hujan tropis di Indonesia terdapat di pulau Sumatra,kaimantan,Sulawesi, sebagian jawa barat dan papua.  e)            Sabana (savana),yaitu padang rumput yang di selingi pepohonan yang begerombol.sabana terdapat di daerah yang curah hujannya rendah seperti,nusa tenggara sehingga daerah ini sangat sesuai untuk dijadikan daerah peternakan.  f)             Stepa atau padang rumput , banyak terdapat di daerah yang mengalami musim kemarau yang Panjang dan curah hujan rendah (kusumawati , 2013:25).     3.2  Persebaran Fauna di Indonesia Pola persebaran fauna Indonesia tidak jauh berbeda dengan pola persebaran tumbuhan , yaitu terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: bagian barat , tengah ,dan timur.  a.)    Fauna Indonesia barat (fauna asiatis)  Fauna Indonesia barat ini juga disebut fauna tipe asiatis.karna tipe fauna di sini mempunyai kesamaan dengan fauna Asia. Daerah persebaran fauna Indonesia bagian barat ini sama dengan daerah persebaran flora Indonesia barat,wilayahnya meliputi: pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Batas persebaran fauna asiatis bagian timur juga sama dengan batas flora asiatis yaitu, garis Wallacea.  Fauna Indonesia barat atau asiatis ini memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan dengan fauna tipe lainnya sebagai berikut ;  1.)    Adanya binatang menyusui berbadan besar seperti, gajah, kerbau, sapi dan lain-lain.  2.)    Banyak dijumpai berbagai jenis kera.  3.)    Banyak terdapat ikan air tawar.  4.)    Jenis-jenis burung tidak banyak macamnya.  5.)    Banyak tipe ikan berbentuk lebar dan warnanya sesuai dengan warna airnya.  Adapun Fauna di daerah Indonesia bagian barat sebagai berikut:  1.)    Mawas (orang utan) terdapat di Kalimantan dan Sumatra  2.)    Kijang terdapat di pulau jawa,Sumatra,Kalimantan,bali,dan Lombok  3.)    Gajah di pulau Sumatra  4.)    Banteng di pulau jawa dan Kalimantan  5.)    Siamang (kera berwarna hitam dan berekor) hidup di daerah pulau Sumatra dan Kalimantan.  6.)    Trenggiling terdapat di pulau Kalimantan dan Sumatra.  b.)    Fauna Indonesia tengah (fauna peralihan)  Fauna bagian tengah juga disebut tipe fauna peralihan atau Australis – Asiatis, daerah persebarannya di antara garis wallacea dan garis webber. Pulau dan kepulauan yang termasuk daerah penyebaran fauna Indonesia tengah ini sama dengan persebaran flora Indonesia tengah .  Jenis fauna atau hewan pada daerah tengah ini ada yang bersifat endemis (hanya dijumpai pada bagian tengah ini saja) dan ada juga yang berasal dari daerah lain . beberapa contoh fauna atau hewan Indonesia tengah yaitu, babi,rusa,anoa pantai,Komodo,kus kus, dan sebagainya.  Fauna di daerah Indonesia bagian tengah sebagai berikut:  1.)    Burung maleo,burung yang sangat langka, hanya terdapat di kepulauan sangihe dan Sulawesi  2.)    Anoa (seperti lembu) hidup liar di pulau Sulawesi  3.)    Biawak dan Komodo terdapat di pulau Komodo dan NTT .  4.)    Babi rusa dengan ciri mempunyai taring Panjang dan melengkung, terdapat di maluku bagian barat dan pulau Sulawesi.  c.)    Fauna Indonesia timur (fauna australis)  Fauna Indonesia timur juga disebut fauna tipe australis.sebab banyak mempunyai kesamaan fauna di Australia,daerah penyebaran Indonesia timur ini sama dengan daerah penyebaran flora Indonesia timur . daerah penyebarannya mulai dari batas garis webber kearah timur sampai batas pulau papua . ciri-ciri fauna tipe Indonesia timur sebagai berikut:  1.)    Banyak binatang menyusui berukuran kecil  2.)    Banyak jenis burung warna-warni  3.)    Tipe kera sedikit  4.)    Jenis ikan air tawar terbatas atau sedikit  5.)    Banyak dijumpai binatang berkantung  6.)    Tipe ikan laut kebanyakan berberbentuk bulat Panjang  Fauna di daerah Indonesia bagian timur sebagai berikut:  1.)    Burung kasuari terdapat di pulau seram,pulau papua,dan kepulauan aru.  2.)    Kus kus terdapat di pulau papua.  3.)    Tikus dan musang berkantung terdapat di pulau papua dan maluku bagian timur ( kusumawati, 2013:26 )  3.3 Upaya untuk mencegah kepunahan Flora dan Fauna Beberapa jenis flora dan fauna kini semakin sulit ditemui ,kerena banyak diburu untuk tujuan tertentu (dimakan,untuk obat,dan perhiasan) maupun tempat hidupnya dirusak manusia misalnya untuk dijadikan lahan pertanian, perumahan, industri, dan sebagainya . Flora dan fauna yang jumlahnya sangat terbatas tersebut dinyatakan sebagai flora dan fauna langka. Untuk mencegah semakin punahnya flora dan fauna ini , maka dilakukan upaya upaya sebagai berikut:  1)      Perkembangbiakannya tidak terganggu . tempat-tempat perlindungan ini berupa cagar alam bagi flora, dan suaka marga satwa bagi fauna.  2)      Membangun beberapa pusat rehabilitasi dan tempat-tempat penangkaran bagi hewan-hewan tertentu seperti:  a.)       Pusat rehabilitasi orang utan di bohorok dan tanjung puting di Sumatra.  b.)       Pusat rehabilitasi wanariset samboja di kutai,Kalimantan timur.  c.)       Pusat rehabilitasi babi rusa dan anoa di Sulawesi.  3)      Pembangunan yang berwawasan lingkungan berarti,pembangunan harus memperhatikan keseimbangan yang sehat antara manusia dengan lingkungannya.  4)      Menetapkan beberapa jenis binatang yang perlu dilindungi seperti: soa soa,Komodo,landak,semut irian,kanguru pohon, bekantan, orang utan (mawas), kelinciliar, bajing, siamang, macan, kumbang, beruang madu,dan badak.  5)      Melakukan usaha pelestarian hutan antara lain:  a.)                Mencegah pencurian kayu dan penebangan hutan secara liar.  b.)                Melakukan perbaikan kondisi lingkungan hutan  c.)                Menanam kembali tumbuhan ditempat yang pohonnya ditebang.  d.)               Menerapkan system tebang pilih.  6)      Melakukan usaha pelestarian hewan antara lain:  a.)                Melindungi hewan dari perburuan dan pembunuhan liar.  b.)                Mengembalikan hewan piaraan ke Kawasan habitatnya.  c.)                Mengawasi pengeluaran hewan ke luar negri.  7)      Melakukan usaha pelestarian biota perairan antara lain:  a.)                Mencegah perusakan wilayah perairan.  b.)                Melarang cara-cara penangkapan yang dapat mematikan ikan dan biota lainnya,misalnya dengan bahan peledak.  c.)                Melindungi anak ikan dari gangguan dan penangkapan.  Sejak tahun 1980 beberapa Kawasan cagar alam atau suaka marga satwa telah diubah statusnya menjadi taman nasional. Sejauh ini terdapat 320 tempat untuk taman nasional dan hutan lindung antara lain, di Sumatra, irian jaya, jawa, Kalimantan, dan Sulawesi . taman nasional dan hutan lindung mempunyai fungsi sebagai berikut:  1.)    Perlindungan system penyagga kehidupan.  2.)    Pengawetan jenis tumbuhan dan hewan.  3.)    Pelestarian pemanfaatan sumber daya hayati dan tata lingkungan , (Indrayanti, 2013,flora dan fauna, diakses pada hari jumat, 31 maret 2017 pukul 12.32 di www.geografikoe . com).
Studi Pustaka

CONTOH LAPORAN STUDI PUSATKA

Post a Comment for "CONTOH LAPORAN STUDI PUSTAKA BAGIAN PEMBAHASAN"